Komitmen BRMP Kalimantan Selatan dalam Menjadi Instansi Pemerintah yang Lebih Informatif
BANJARBARU (brmp-kalsel) — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Selatan menggelar kegiatan peningkatan kapasitas pengelolaan media sosial dan penulisan rilis bagi tim kehumasan. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Kamis (05/03/2026) menghadirkan narasumber dari Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian sebagai langkah komitmen dalam upaya meningkatkan kualitas penyajian informasi kepada masyarakat.
Kepala Bagian Tata Usaha BRMP Kalimantan Selatan dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk mendukung pengembangan konten media sosial agar lebih informatif, kreatif, dan menarik bagi masyarakat. Selain itu, pengelola media sosial diharapkan mampu menerapkan penggunaan bahasa jurnalistik yang tepat sehingga informasi yang disampaikan menjadi lebih jelas, efektif, dan mudah dipahami oleh publik.
Sementara itu, Ketua Biro Humas, Wahyu Indarto, menekankan pentingnya penyebarluasan informasi seiring dengan perubahan status BRMP Kalimantan Selatan menjadi eselon II. Menurutnya, berbagai informasi mengenai program, kegiatan, dan kinerja Kementerian Pertanian perlu disampaikan secara luas kepada petani dan masyarakat. Forum ini juga diharapkan menjadi ruang diskusi yang positif terkait penulisan, publikasi, serta komunikasi melalui media sosial guna mendukung program swasembada pangan.
Pada sesi materi, Syarifah Hanoum menjelaskan peran strategis kehumasan pemerintah dalam mendukung tata kelola instansi, antara lain sebagai komunikator, fasilitator, disseminator, katalisator, konselor, dan prescriber. Ia juga menekankan pentingnya penyusunan content pillar media sosial yang terstruktur serta pembuatan konten yang bersifat publik-sentris agar mampu meningkatkan keterlibatan audiens.
Materi berikutnya disampaikan oleh Alice Raga Dewi mengenai teknik penulisan siaran pers. Ia menjelaskan bahwa siaran pers memiliki struktur yang terdiri atas judul, lead, body, dan tail. Judul yang kuat umumnya memuat unsur aksi, angka, dan dampak sehingga mampu menarik perhatian pembaca. Siaran pers juga dapat dipublikasikan melalui media sosial dan website sebagai sarana penyebarluasan informasi kepada masyarakat.
Selanjutnya, Deny Kristianto memaparkan pentingnya dokumentasi visual dalam mendukung penyampaian informasi. Seorang fotografer, menurutnya, perlu memahami teknik dasar fotografi seperti rule of thirds, framing, leading lines, depth of field, dan exposure, serta memiliki kreativitas dan kemampuan komunikasi yang baik untuk menghasilkan dokumentasi yang berkualitas.
Melalui kegiatan ini, BRMP Kalimantan Selatan berkomitmen untuk terus dapat meningkatkan kemampuan dalam menyajikan konten yang publik sentris, informatif, edukatif, dan inspiratif bagi masyarakat, khususnya petani. Dengan pengelolaan media sosial yang lebih baik, informasi mengenai program dan kegiatan pertanian diharapkan dapat tersampaikan secara lebih luas dan efektif kepada publik. (neos)